Morphic Original
Kusanscar
Cerita rakyat yang lahir kembali melalui ingatan, kepercayaan, dan imajinasi mesin.

Kusanscar adalah novel grafis yang memadukan cerita rakyat manusia dengan seni yang digerakkan AI, mengubah mitos budaya menjadi kebenaran visual.
Pada intinya, Kusanscar mengikuti Oyon, seorang jenius muda yang memandang dunia dalam rumus, dan Tama, sepupunya yang lebih tua dan hidup tanpa arah. Yang satu datang berbekal nalar; yang lain, dengan takhayul. Musim panas mereka yang canggung bersama menguak rahasia yang terkubur di tanah kota itu: kisah tentang hantu, ingatan, dan ritual setengah dipercaya yang menolak mati.
Kusanscar ada dalam cahaya lembut antara senja dan fajar. Nada yang teredam, udara yang lambat, kilasan gerak di bingkai yang diam.
Hantu di Kusanscar bukanlah kengerian, melainkan gema kehidupan yang terlupakan. Ada yang berduka, ada yang menjaga, ada yang menanti untuk dipahami. Masing-masing membawa serpihan sejarah, mengubah yang gaib menjadi sesuatu yang sangat manusiawi.
Secara visual, Kusanscar ada dalam cahaya lembut antara senja dan fajar. Nada yang teredam, udara yang lambat, kilasan gerak di bingkai yang diam, sebuah bahasa visual yang dibangun dari ingatan dan mitos.
Ini bukan tempat yang Anda kunjungi. Ini tempat yang membekas. Kota itu tidak mengungkap rahasianya. Ia membiarkan Anda merasakannya.
Apa yang bermula sebagai rasa ingin tahu berkembang menjadi perhitungan yang tenang antara kepercayaan dan nalar, menyisakan pertanyaan: bagaimana jika cerita yang kita warisi juga mengingat kita?
Case study
Pembuatan Kusanscar


